1

Slide 1

2

Slide 2

3

Slide 3

4

Slide 4

5

Slide 5

Tampilkan postingan dengan label Lensa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lensa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Februari 2015

Tips Mengganti Lensa Kamera DSLR dengan Cepat dan Aman

Tips Mengganti Lensa Kamera DSLR dengan Cepat dan Aman
Kamera DSLR mempunyai kelebihan di banding kamera digital lainnya yaitu di bagian lensanya. Kamera DSLR bisa menggonta-ganti lensa sesuai keperluan kita ingin memotret objek apa. Cukup dengan satu Kamera DSLR kita bisa sepuasnya ingin mengganti lensa, sehingga objek yang kita hasilnya bisa maksimal. Lensa juga mempunyai berbagai macam tipe, dan anda dapat membelinya sendiri atau meminjam punya teman.
Tetapi di balik kelebihan tentu adanya kekurangan, yaitu proses penggantian lensa. Lumayan aman jika kita mengganti lensa di dalam ruangan, tetapi bila kita sedang di luar ruangan tentunya banyak sekali debu dan kotoran yang bisa masuk ke dalam lensa sehingga objek yang kita hasilkan jadi tidak lagi semaksimal mungkin atau bahkan bisa membuat lensa jadi bermasalah dan rusak.

Tips Mengganti Lensa Kamera DSLR


  • Selalu gunakan strap atau tali kamera, sehingga pada saat mengganti lensa, anda kalungkan tali kamera dan kamera akan terarah ke bawah
  • Pastikan anda pasang tutup depan (front cap) lensa
  • Tekan tombol kunci lensa di bagian kirim lensa, putar ke arah kiri sampai benar-benar kendor dari kamera
  • Setelah lepas segera tutup lensa belakang (end cap) dan letakkan di tempat yang aman
  • Sembari cepat mengambil lensa yang akan di pasang dan buka tutup lensa belakang (end cap) dan tepatkan titp putih lensa dengan titik putih yang ada di kamera lalu putar ke arah kanan sampai terkunci dengan baik
  • Simpan lensa yang lama ke dalam tas, selesai.
Tips Tambahan:
Hindari pengganti lensa di tempat yang berdebu dan berangin kencang.
Setelah pemasang lensa, selalu aktifkan fitur sensor cleaning di kamera, untuk menghindari bercak debu pada foto.

Pilihan lensa pengganti dari lensa kit kamera DSLR

Lensa kit, atau lensa yang dijadikan satu paket penjualan saat membeli kamera DSLR, disediakan supaya para pembeli bisa langsung memakai kameranya untuk memotret. Lensa kit yang paling banyak ditemui disaat ini biasanya adalah lensa 18-55mm. Spesifikasi lensa kit umumnya dibuat cukup untuk mewakili kebutuhan fotografi dasar sehari-hari, dan kualitas optiknya pun sudah lumayan bagus. Tapi adakalanya kita merasa bosan dengan lensa kit yang dipunyai, dan sedang mencari-cari info mengenai lensa lain yang setingkat lebih baik dari lensa kit. Artikel ini akan membantu anda untuk mendapat gambaran lensa apa saja yang bisa jadi pengganti lensa kit, khususnya lensa 18-55mm.
Tapi sebelum itu, ketahui dulu apa alasan utama anda ingin mengganti lensa kit. Bila jawabannya karena lensa kit itu kurang wide, atau kurang tele, mungkin akan lebih baik anda membeli lensa lain yang jadi pelengkap dari lensa kit. Misalnya yang perlu lebih wide bisa beli lensa wide 10-24mm, atau yang perlu jangkauan tele lebih jauh bisa membeli lensa 55-200mm/55-250mm. Beberapa alasan orang yang ingin ‘berpisah’ dari lensa kitnya diantaranya adalah :
  • perlu lensa yang bisa menjangkau dari wide hingga lebih tele
  • perlu lensa yang bukaannya lebih besar
  • perlu lensa yang motor fokusnya lebih cepat
  • perlu lensa yang kualitas optiknya lebih baik
  • tidak suka dengan manual fokus lensa kit yang kurang presisi, atau fing manual fokus yang berputar (tidak bisa pakai filter CPL)
  • tidak bisa menghasilkan bokeh yang baik
  • malu memakai lensa kit (kurang keren)
Pilihan lensa-lensa yang saya sarankan :
Lensa bukaan besar
Lensa Tamron 17-50mm f/2.8
Lensa di kelas ini punya ciri bukaan maksimumnya besar (f/2.8) dan konstan (dari wide hingga tele bukaan maksimumnya tetap besar). Jangan heran karena itulah harga lensa seperti ini bisa berkali-kali lipat dari harga lensa kit (asumsi harga lensa kit adalah 2 juta). Nikon misalnya, punya lensa AF-S 17-55mm f/2.8 yang harganya diatas 10 juta, demikian juga dengan Canon. Alternatif hemat ada Sigma 17-50mm f/2.8 seharga 7 juta dan dari Tamron di kisaran 4 juta. Paling terjangkau adalah Tamron AF 17-50mm f/2.8 non VC yang dijual dibawah 3 juta, seperti gambar di atas. Keuntungan lensa ini adalah bukaan besar bisa membantu mendapat foto yang terang walau cahaya kurang, lalu bisa dapat bokeh yang lebih blur dan kualitas optiknya relatif paling baik dibanding lensa sekelasnya. Maka itu lensa seperti ini sering dipakai untuk liputan khususnya wedding. Kekurangannya adalah harganya mahal dan rentang fokalnya cukup pendek (hanya sampai 55mm, bahkan ada yang cuma sampai 50mm) jadi seakan-akan tidak berbeda dengan lensa kit 18-55mm.
Lensa all-round/lensa serba guna
Lensa Nikon 16-85mm DX
Lensa kategori ini hampir sama dengan lensa kit, tetapi rentang fokalnya lebih panjang khususnya dalam hal kemampuan telenya. All-around juga bisa diartikan lensa serba guna (general purpose), yang mencakup dari wide (18mm) hingga agak tele (misal 70mm). Lensa dengan fokal seperti ini cocok untuk pemandangan hingga potret, tapi bukan untuk kebutuhan tele yang jauh. Lensa ini harganya lebih terjangkau dibanding lensa sapujagat/superzoom, di kisaran 4-6 jutaan dan kualitas optiknya relatif bagus. Fitur anti getar umumnya sudah disematkan di lensa kategori all-around.
Kenapa lensa semacam ini dipilih untuk menggantikan lensa kit, alasan utamanya adalah dalam hal kualitas bodinya. Lensa di kelas ini punya bodi yang lebih mantap, mount logam, motor fokus yang lebih handal dan manual fokus yang lebih nyaman. Pilihan di kelas ini adalah Canon EF-S 15-85mm, Nikon AF-S 16-85mm (contoh gambar di atas) dan Sigma 17-70mm DC. Kekurangan lensa ini adalah, bila kemampuan telenya belum membuat anda puas, anda akan perlu membeli satu lensa khusus tele zoom seperti 70-300mm.
Lensa sapujagat (super zoom)
Lensa Canon 18-200mm
Lensa dengan istilah yang unik ini maksudnya adalah lensa superzoom, dengan fokal yang serba-bisa dari wide (misal 18mm) hingga tele (misal 200mm atau bahkan 300mm). Dengan satu lensa ini saja kita bisa maksimalkan untuk berbagai kebutuhan seperti pemandangan, liputan, potret maupun candid. Pilihan yang umum biasanya Canon EF-S 18-200mm IS (gambar di atas), Nikon AF-S 18-200mm VR (dan kini ada juga yang 18-300mm VR), lalu ada Sigma dan Tamron juga bisa dicoba (misal 18-250mm). Semua lensa di kategori ini semestinya sudah dilengkapi dengan fitur anti getar karena fokal telenya akan rawan getaran tangan saat memotret. Kekurangan lensa ini adalah harganya cukup tinggi (6-10 jutaan) dan ukurannya cukup besar. Saat memakai fokal paling tele, lensa ini bisa memanjang sampai 2x lipat. Selain itu kualitas optiknya juga pas-pasan, walau bukan berarti jelek.
Nikon AF-S 18-140mm
Nikon AF-S 18-140mm
Ada juga satu jenis lensa zoom yang hampir masuk kelompok sapujagat, yaitu misalnya Nikon AF-S 18-140mm VR yang harganya lebih terjangkau tapi kemampuan telenya hanya sampai 140mm. Kalau tidak terlalu butuh bukaan besar, jarang memotret diatas 140mm, ada baiknya lensa AF-S 18-140mm VR ini jadi kandidat ekonomis pengganti lensa kit.
Lensa Full Frame
Perhatikan juga kalau semua lensa yang diulas diatas itu pada dasarnya adalah lensa crop, atau lensa dengan diameter kecil yang disesuaikan dengan sensor APS-C, tapi tidak untuk dipakai di DSLR full frame. Kalau anda ada rencana jangka panjang ganti bodi ke DSLR full frame, tidak ada salahnya mulai memiliki lensa yang kompatibel dengan full frame, walau harganya memang lebih mahal.
Pilihannya diantaranya :
  • lensa 24-70mm f/2.8
  • lensa 24-70mm f/4
  • lensa 24-105mm f/4

Tiap merk umumnya punya sebagian lensa yang saya tulis diatas, misal Canon, Nikon, Sigma dll.  Perhatikan kalau lensa untuk full frame memang memiliki fokal wide 24mm dan ini akan sedikit jadi kendala karena di kamera DSLR APS-C akan memberi bidang gambar yang setara dengan 35mm jadi tidak terlalu lebar.

Jenis-Jenis Lensa Fotografi

Kamera Single Lens Reflex atau sering disebut dengan kamera SLR, merupakan jenis kamera yang mengalami pengembangan dengan berbagai macam fasilitas di dalamnya. Kamera ini tergolong kamera yang paling popular keberadaannya di tengah masyarakat, bahkan sampai memasuki teknologi terkinipun kamera SLR ini, masih dikembangkan dalam versi digital. Pengadaan beragamnya jenis lensapun tak luput dari pengembangannya. Beredarnya beberapa jenis lensa yang ada ditengah masyarakat bahkan menjadi andalan dari beberapa fotografer baik professional maupun amatir telah banyak mencoba hadirnya lensa-lensa baru dalam dunia fotografi. Keberadaan lensa-lensa dari berbagai macam jenis itu, pada dasarnya untuk membantu cara pemotretan yang lebih efisen dan praktis dalam membidik obyek sasaran. Keberadaan beberapa lensa bersama spesifikasi serta karakter di dalamnya digunakan untuk menyesuaikan kondisi dari obyek yang akan dipotret sehingga hasil bidikan akan tercipta dengan baik tanpa harus menyusahkan orang yang akan melakukannya. Berdasarkan panjang fokus (focal length) lensa dapat dibagi dalam tiga kategori :
a. Lensa pendek,untuk lensa bersudut lebar
b. Lensa normal atau standar
c. Lensa panjang untuk lensa bersudut sempit
Panjang fokus yang dimaksud ialah jarak antara titik pusat lensa dan titik di mana semua berkas cahaya sejajar lensa terfokuskan .Panjang fokus ini diukur dalam milimeter. Untuk mengetahui jenis-jenis lensa dalam kamera fotografi berikut ini akan diulas lebih dalam tentang lensa-lensa tersebut seperti berikut ini :


1. Lensa normal
Lensa Standard atau Lensa Normal adalah Lensa yang mempunyai jarak sama atau nyata antara pandangan jendela bidik dengan keadaan yang sebenarnya, lensa ini berguna dalam pemotretan biasa atau dalam suasana sehari-hari. Lensa normal untuk sebuah kamera belum tentu normal untuk kamera lainnya. Tergantung besar/format film. Misal, kamera dengan film ukuran 6x6 cm, lensa normalnya berukuran 85mm. Sedangkan untuk format film 35mm adalah 43 mm. Umumnya lensa-lensa di antara 40mm dan 55 mm termasuk kategori lensa normal.



2. Lensa sudut lebar
Lensa Wide Agle atau lensa sudut lebar dapat menciptakan kesan yang lebar terhadap situasi disekeliling obyek. Beberapa contoh pemotretan dengan menggunakan lensa wide angle, membuat obyek yang jumlahnya banyak dalam satu ruangan bisa diangkat semuanya dalam satu frame pemotretan. Lensa bersudut lebar berpotensi memberikan efek perspektif dan menciptakan distorsi gambar. Salah satu keuntungan lensa bersudut lebar mempunyai ruang tajam yang luas. Ideal untuk merekam pemandangan atau pemotretan dalam ruang sempit.




3. Lensa tele
Lensa tele dalam kamera fotografi sangat membantu dalam pengambilan gambar obyek yang posisinya sangat jauh dari lokasi pemotretan. Lensa ini juga mempunyai karakter dapat mencuri adegan yang realistik dari obyek yang dibidik termasuk suasana tawuran yang membahayakan. Lensa tele mempunyai ruang tajam yang sempit, karena itu diperlukan penajaman gambar yang tepat. Agak sukar digunakan untuk memotret obyek yang bergerak cepat, terutama bila bergerak ke araah pemotret. Sifat dari lensa ini adalah memampatkan atau “menarik ke depan “ benda-benda yang direkam, sehingga terlihat seperti berdesak-desakan.

4. Lensa zoom
lensa Zoom dalam kamera fotografi merupakan pemakaian yang fleksibel dalam membaca situasi di lingkungan pemotretan. Dengan memakai lensa ini sang fotografer bebas menggerakkan kameranya untuk menentukan panjang zoom terpilih tanpa harus melakukan gerakan maju dan mundur dalam suasana pemotretan. Lensa Zoom juga mempunyai beberapa ukuran seperti 28 mm – 85 mm, 35 mm – 70 mm, 35 mm – 105 mm. Ketiga jenis ini menyatukan sudut lebar dan normal ke dalam ruang zoomnya. Sedangkan sudut panjang seperti zoom dengan ukuran 70 mm – 210 mm, 80 mm – 200 mm, 80 mm – 300 mm.



5. Lensa Macro
Lensa Macro dalam kamera fotografi berfungsi untuk melakukan pemotretan benda-benda atau binatang yang ukurannya sangat kecil. Dalam kasus seperti ini jika menggunakan lensa biasa atau normal tidak akan dapat menciptakan fokus dengan ketajaman sempurna, disebabkan jarak pemotretan yang tidak direkomendasikan.Tetapi dengan menggunakan lensa macro hal itu dapat tertangani dengan baik walaupun posisi kamera terlalu dekat dengan obyek sekalipun. Lensa ini cocok sebagai pelaksana penciptaan foto-foto yang bernafaskan pendidikan dan teknologi. Dengan memakai lensa ini maka jarak pemotretan dengan benda yang dibidiknya juga bisa dilakukan dalam posisi dekat, hal ini tidak bisa dilakukan dengan lensa – lensa lainnya. Lensa macro mempunyai bukaan diafragma yang besar hingga mencapai (1.5) misalnya tergantung merek dari lensanya. Ukuran Lensa macro seperti 55 mm, 105 mm dan 200 mm.

6. Lensa Fish Eye

Lensa Fish Eye dalam kamera fotografi berfungsi untuk menciptakan karakter khusus terhadap obyek yang dibidik hingga menimbulkan kesan distorsi bentuk gambar. Pendistorsian ini akan membentuk pada obyek dengan menghasilkan gambar berkesan melengkung pada sisi kanan dan kirinya. Lensa ini mempunyai penciptaan gambar hingga kelebaran sudut mencapai 180 derjat. Pada lensa Fish Eye bentuk lensa depan terlihat lebih melengkug ke depan.